PGRI

PGRI

Ketum PGRI : Pengurus PGRI dan Seluruh Guru Harus Kawal Rekrutmen Satu Juta PPPK

Perayaan puncak peringatan HUT ke-75 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional (HGN) 2020, dari Gedung Guru Tanah Abang Jakarta Selatan diperingati secara daring (zoom meeting), karena mempertimbangkan kondisi pandemi covid-19 yang masih terjadi di Tanah Air.Sabtu, 28 November 2020

Dalam sambutannya Presiden Joko Widodo mengakui, ketercukupan guru di Indonesia masih menjadi masalah. Makanya, pemerintah melakukan perekrutan satu juta guru honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada 2021.  Presiden mengatakan bahwa  saat ini peran guru honorer sangat besar dalam membantu kebelangsungan pendidikan di Indonesia. Namun, tidak semua guru honorer memenuhi syarat diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) akibat beragam faktor, misalnya usia Rekrutmen guru PPPK pun jadi upaya pemerintah membuar guru honorer bisa memiliki status, kesejahteraan, dan karir yang sama seperti PNS.  

Ia menambahkan, pemerintah juga menyadiri berbagai kesulitan para guru di era pandemi. Makanya, pemerintah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk mendukung guru agar tetap bisa menjalankan pendidikan secara baik, sekaligus, membantu kesejahteraan para pendidik. Salah satunya, lewat relaksasi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Penggunaan dana BOS untuk pembayaran guru honorer tidak lagi dibatasi 50 persen, tapi bisa lebih. Program lainnya, yakni Bantuan Subsidi Upah (BSU), pemerintah juga menyalurkan bantuan paket pulsa internet untuk guru.

 

Sementara itu Mendikbud Nadiem Makarim meminta Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ikut mengawal rencana rekrutmen satu juta Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di 2021. Terutama dalam mendorong pemerintah daerah untuk segera mengusulkan kebutuhan gurunya kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB). Menurut Nadiem, rekrutmen PPPK dari guru honorer ini merupakan bukti kesungguhan pemerintah dalam menyelesaikan persoalan guru honorer. Untuk tahun ini, Kemendikbud mendorong pemerintah daerah untuk segera mengusulkan formasi kebutuhan gurunya kepada Kemenpan-RB. Hal tersebut penting dilakukan, agar para guru honorer bisa segera mengikuti tes seleksi yang rencananya akan digelar tahun depan.  Kemudian segera juga mendapatkan kejelasan status

Menyikapi rencana rekrutmen guru honorer besar-besaran dalam seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di 2021. Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) meminta seluruh pengurus PGRI dan guru di setiap tingkatan di daerah ikut mengawalnya. "Kami mohon semua kawan-kawan PGRI di semua tingkatan di daerah untuk mengawal usulan dan rencana ini, agar diberikan kepada honorer yang telah mengabdi sekian lama," kata Ketua Umum Pengurus Besar PGRI, Unifah Rosyidi saat membacakan laporan di Acara Puncak Peringatan HUT ke-75 PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN) 2020 yang digelar secara daring, Sabtu, 28 November 2020. Dalam kesempatan tersebut, Unifah menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) atas serangkaian kado istimewa yang telah diberikan pemerintah di hari ulang tahun organisasi beranggotakan sekitar tiga juta guru tersebut. Unifah menyebutkan, selain rencana rekrutmem PPPK juga ada kado lainnya, seperti keluarnya PP nomor 98 tahun 2020 tentang gaji dan tunjangan honorer guru adalah salah satunya.  "Mereka selama ini lulus tapi belum dapat kepastian, SK tunjangan dan gaji," jelasnya.

Pemerintah, kata Unifah, juga telah memberikan tunjangan berupa Bantuan Subsidi Upah (BSU) kepada para guru, dosen, tenaga administrasi, dan tenaga kependidikan yang berstatus honorer atau non-PNS.  Dalam kesempatan itu, Unifah juga menyampaikan terima kasih kepada  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (mendikbud), Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (menpan RB, Menteri Dalam Negeri (mendagri), dan Menteri Agama (menag) atas komitmennya membantu dan mendukung guru di saat pandemi agar pendidikan terus berlangsung.

Solidaritas Yesss !

Pendidikan Hebat, Kapuas Cerdas !

 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.